Menurutnya, ke depan seni kaligrafi berkenaan perlu diperlombakan untuk mendorong bakat, baik itu tingkat SD hingga SMA.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Mahadi bernostalgia di tanah kelahirannya. Dia pun sempat memperkenalkan salah seorang guru mengajinya saat kecil dahulu yang dipanggilnya Mak Utih.
“Kepada adek-adek jangan sia-siakan waktu. Teruslah belajar, teruslah sekolah dan jaga ibadahnya. Kalian Harus sabar menjalani pendidikan. Dulu kami tak ada handphone, tidak bisa menghubungi orangtua saat belajar. Sekarang sudah banyak kemudahan,” pesan Mahadi kepada santri PTA.
Mahadi juga berpesan agar para santri belajar betul-betul dan penuh semangat. Menurutnya, kesuksesan itu harus dijemput karena kesuksesan itu tidak datang sendiri.
Sementara itu Ketua Yayasan Pusat Kaligrafi Al Qur’an Kepri Samad SS, MPd, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemprov Kepri. Menurutnya, tantangan paling besar adalah menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni kaligrafi al Qur’an.
“Kita harapkan juga muncul bibit-bibit baru bidang kaligrafi. Mengingat seni kaligrafi diperlombakan dalam MTQ hingga tingkat nasional,” ungkapnya.
Pada malam itu, para peserta pembinaan kaligrafi juga diberikan sertifikat dan bantuan pendidikan senilai Rp 500 ribu per orang. Pada kesempatan itu pula, Pusat Tahfiz Al Qur’an (PTA) memberikan syahadah atau tanda kelulusan kepada sejumlah santri yang berhasil menghafal 5 juz, 10 juz, 15 juz, 20 juz, dan 30 juz al Qur’an. Mahadi pula berkesempatan menguji beberapa peserta. (*)













