“Saya sedang membereskan rumah, lalu mendengar orang-orang berteriak. Ketika saya lihat, bagian belakang rumah kost sudah ditabrak kapal,” kata Masni.
Kerusakan pada rumah kost yang memiliki sembilan pintu itu diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta.
“Yang pasti ini anak-anak kost sudah tidak bisa tinggal di sini, dan pendapatan kami yang hanya dari sini akan berhenti karena dirusak kapal ini,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Kasubdit Polairud Polda Kepri, AKBP Badawi, turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi pos polisi yang mengalami kerusakan parah. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Tidak ada korban jiwa. Saat ini kami masih mendalami kejadian dan meminta keterangan saksi-saksi, termasuk dari pihak agen kapal WM Natuna,” ujar AKBP Badawi.
Terkait total kerugian, pihak kepolisian masih melakukan perhitungan lebih lanjut.
“Masih dihitung total kerugiannya, nanti akan kami informasikan kembali kepada teman-teman media,” tutupnya.









