Menerima laporan itu, nakhoda langsung menginstruksikan penyisiran menyeluruh di atas kapal. Seluruh ruang penumpang, lorong, hingga sudut-sudut dek kapal diperiksa secara ketat oleh kru. Informasi keberadaan korban dipanggil berulang kali melalui pengeras suara kapal.
Setelah KMP Bahtera Nusantara 03 bersandar di Pelabuhan Tambelan, pemeriksaan ulang dilakukan dari area kapal hingga lingkungan pelabuhan, namun korban tetap tidak ditemukan.
Mendapat laporan resmi dari ASDP, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang langsung mengerahkan tim penyelamat. Pada Kamis (23/7/2026) pagi, eskalasi operasi SAR ditingkatkan dengan menurunkan kapal utama KN SAR 209 yang membawa 22 personel rescuer dari Dermaga Kampung Bulang.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa titik duga jatuh (Last Known Position) diperkirakan berada di antara Perairan Lobam dan Numbing, Kabupaten Bintan.
“Pencarian kami lakukan dengan pola trackline menyusuri lintasan KMP Bahtera Nusantara 03 sejauh 40 Nautical Mile (Nm). Kami juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, Bakamla, serta merangkul kelompok nelayan melalui HNSI agar dapat segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Fazzli.













