Namun, alih-alih pelukan hangat sang anak yang didapat, Diana justru ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh warga pada Selasa (28/4/2026) sore.
Tetangga korban mengungkap bahwa meski pasangan ini tampak akur, Jaka dikenal sebagai sosok suami yang sangat posesif. Hal inilah yang diduga membuat Diana jarang bersosialisasi secara bebas.
“Diana itu sosok yang baik, tapi setelah menikah dia berubah. Kalau mau keluar rumah harus dengan Jaka. Jika tidak, dia lebih banyak diam di rumah,” tambah warga tersebut.
Baca juga: Menegangkan, Bau Menyengat Warnai Proses Autopsi Diana di Dabo Singkep
Kecurigaan warga memuncak saat Jaka memberikan alibi kepada rekan-rekannya yang bertamu pada Sabtu (25/4) malam. Saat itu, Jaka menyebut istrinya sedang keluar rumah, padahal Diana dikenal tidak pernah pergi sendirian tanpa seizin atau pendampingan sang suami.
Saat ini, jasad Diana sudah dikebumikan secara layak di TPU Telek, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga usai polisi melakukan autopsi.
Sementara itu, Jaka yang menjadi kunci utama misteri ini telah menghilang bak ditelan bumi. Polisi menduga Jaka melarikan diri menggunakan sepeda motor, meninggalkan mobilnya yang masih terparkir di rumah.
Baca juga:
Polres Lingga kini telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan. Pihak berwenang terus melakukan pengejaran terhadap Jaka guna mengungkap kebenaran di balik kematian Diana yang merenggut mimpinya untuk kembali memeluk sang buah hati.













