Namun, ada tapinya nih. Bagaimana jika banjirnya berasal dari gletser yang mencari? Ini lebih masuk akal. Menurut NASA, jika semua gletser dan lapisan es dunia mencair, maka permukaan laut akan naik lebih dari 60 meter.
Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience memperkirakan ada 22,6 juta kilometer kubik air tanah yang tersimpan di 2 km bagian atas kerak Bumi, yang cukup untuk menutupi daratan hingga kedalaman 180 meter.
Airnya banyak sekali, tetapi ada kota-kota yang tingginya ribuan meter di atas permukaan laut, dan Gunung Everest, gunung tertinggi di Bumi, tingginya lebih dari 8.849 m di atas permukaan laut, itu akan selamat. Selain itu, ahli geologi tidak melihat bukti banjir global berdasarkan catatan batuan.
“Kisah ini juga memiliki bagian lain yang dipertanyakan para ilmuwan. Misalnya, Nuh berusia 600 tahun ketika air bah menerjang. Kita tahu manusia tidak hidup selama itu. Terlebih lagi, tidak jelas bagaimana setiap hewan dapat mencapai bahtera, bayangkan penguin berjalan terhuyung-huyung dari Antartika ke Timur Tengah,” kata para peneliti.
Menurut dokumen sejarah, banjir Nuh menceritakan kembali kisah-kisah yang lebih tua, dan kemungkinan besar merupakan alegori daripada menceritakan secara harfiah suatu peristiwa.













