Batam

Saling Klaim & Disinformasi Memanas di Rempang: Spanduk Warga Diduga Diedit Buzzer, BP Batam Buka Suara

64
×

Saling Klaim & Disinformasi Memanas di Rempang: Spanduk Warga Diduga Diedit Buzzer, BP Batam Buka Suara

Share this article
Perbandingan foto asli dan editan spanduk protes warga Rempang Batam.
Perbandingan foto asli dan editan spanduk protes warga Rempang Batam. Foto pertama merupakan foto editan yang disebarkan akun facebook bernama Hasan Baduri, diduga kuat sebagai akun buzzer.
banner 468x60

“Yang paling pedih itu ketika kita dijajah oleh negeri sendiri, di mana pelakunya adalah penegak hukum dan penyelenggara negara,” ujar Andri dalam keterangan. Ia menilai jargon investasi dan pembangunan ekonomi kerap dijadikan tameng untuk menutupi ancaman, intimidasi, hingga kriminalisasi terhadap masyarakat adat.

Manajer Kampanye Walhi Riau, Ahlul Fadli, menambahkan bahwa kejelasan status hukum proyek Rempang Eco-City dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) masih abu-abu. Keraguan dan ambiguitas kebijakan pusat dan daerah ini dinilai makin memperkeruh suasana dan sengaja dibiarkan untuk mengaburkan kepastian hukum warga.

BACA JUGA:  Atasi Krisis Sampah Berserakan, Pansus DPRD Batam Dorong BP Batam Bantu Penyediaan Bin Kontainer

BP Batam: Amankan Pembangunan Sekolah, Buka Ruang Dialog

Menanggapi gejolak yang terjadi, Badan Pengusahaan (BP) Batam membantah tudingan adanya tindakan penggusuran sepihak. Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa kehadiran personel di kawasan Rempang pada pertengahan Agustus 2026 murni untuk pengamanan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare.

BACA JUGA:  Bundaran Hang Nadim Kini Diberi Nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V: Dirancang dengan Desain Tanjak dan Tepak Sirih

Terkait insiden ketegangan di lapangan, Ariastuty menjelaskan bahwa petugas di lapangan bertindak persuasif dan humanis. Mengenai aksi peserta demo yang berupaya membuka pakaian, petugas pengamanan perempuan merespons cepat dengan menyelimutinya menggunakan kain jarit.