Wartawan senior Wahyudi Soeriatmaja menulis opini di The Strait Times, mengulas tentang karir politik Jokowi akan lebih nyaman dan aman jika mendukung Prabowo.
Apalagi sebelumnya, Tempo sempat mengulas soal hubungan Jokowi dan Mega yang diisukan retak usai deklarasi Ganjar sebagai capres PDIP. Hal ini akibat Jokowi tidak dilibatkan dalam deklarasi dan masukannya soal Cawapres tidak digubris Megawati.
Selain itu peluang Jokowi menjadi Ketua Umum Gerindra konon katanya lebih besar dibandingkan Jokowi menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan. Sebagai partai yang kental dengan trah Soekarno, Jokowi bakal mendapat saingan kuat dari dua cucu Soekarno yakni Puan dan Prananda.
Jika menjadi Ketum Gerindra, beberapa pengamat menilai Jokowi bisa lebih menjamin karir politik keluarganya. Kaesang Pangarep misalnya akan maju dalam Pilwako Depok tahun depan.
Prabowo tentu akan mendapat keuntungan besar memiliki Jokowi sebagai suksesornya. Track record Jokowi tak perlu diragukan lagi soal Pemilu, apalagi tingkat kepuasan publik selama Jokowi memimpin cukup baik.
Di satu sisi, Prabowo Subianto sudah tak muda lagi. Usianya kini sudah menginjak 71 tahun. Sementara Jokowi masih 62 tahun. Masih punya modal energi yang banyak untuk berkarir di kancah politik.













