Nusantara

Guru SD Bunuh Diri Satu Keluarga, Sempat Jemput Anak Tidur Bersama

465
×

Guru SD Bunuh Diri Satu Keluarga, Sempat Jemput Anak Tidur Bersama

Share this article
Motif guru SD yang bunuh diri satu keluarga di Malang ajak satu anak untuk tidur bersama (Kompas.com/Imron Hakiki)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan guru SD dan keluarganya di Malang masih diselidiki oleh kepolisian.

Melansir dari Tribun Jatim (12/12/2023), Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan bahwa kasus tersebut masih didalami. “Motif masih kami dalami,” ujar Gandha.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini ketiga jenazah yang diduga lakukan bunuh diri masih berada di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. “Tiga mayat masih berada di rumah sakit, menunggu persetujuan autopsi,” tambahnya.

BACA JUGA:  Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa Tembus 38 Orang, BMKG Sebut Gempa Susulan Flores Berpotensi Berlangsung 3 Minggu

Kemudian diketahui kronologi awal ditemukannya guru SD beserta istri dan anaknya lantaran satu anak yang masih hidup berteriak minta tolong.

Hingga tetangga korban menghampiri rumah kontrakan dan mendobrak kamar yang saat itu dalam keadaan terkunci.

Dua korban sudah dalam keadaan tergeletak dalam keadaan mulut berbusa, sedangkan W yang merupakan ayah ditemukan dalam kondisi kritis.

BACA JUGA:  KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Meninggal Dunia dan Ratusan Penumpang Dievakuasi

“W keadaan pergelangan tangannya di sebelah kiri mengeluarkan banyak darah akibat luka sayatan. Ada dua luka sayatan, yang satu cukup dalam,” ujarnya.

Meskipun W yang merupakan seorang guru SD sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Dilansir dari Kompas.com (13/12/2023), guru SD yang merupakan ayah sempat menjemput salah satu anaknya yakni ARE untuk tidur bersama ia dan ibunya di kamar belakang.

BACA JUGA:  Ketika Brosur Tak Bisa Memadamkan Bara, Catatan Perwira Seskoad dari Rimba Way Kambas