Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menilai Ramon sebagai figur istimewa di dunia jurnalistik Kepri.
“Sosok beliau ini langka. Ia menjaga api budaya di tengah profesi yang tidak populer. Dedikasinya patut diapresiasi,” ucap Saibansah.
Sementara Marganas Nainggolan, wartawan senior dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, memberi semangat penuh.
“Ramon tidak kesepian. Kami selalu ada di samping Anda. Teruslah berjuang,” katanya.
Sahabat Ramon sekaligus akademisi UIB, Dr. Suyono S.E., M.M., menyebut buku ini bukan sekadar karya baru.
“Ini perjalanan panjang seorang penenun makna. Karya Ramon memiliki kedalaman filosofis. Buku ini monumen literasi yang berdiri di atas pondasi pengalaman,” ujarnya.
Dalam suasana hangat, Suyono bahkan membacakan puisi khusus untuk Ramon.
“Saya ekonom, bukan penyair. Tapi subuh tadi saya menyiapkan puisi untuk sahabat saya,” tuturnya disambut aplaus hadirin.
Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata mengaku terkesan dengan kualitas karya Ramon.
“Gurindam bukan karya yang mudah dibuat. Buku ini pasti dipikirkan kata per kata. Jangan berhenti di sini. Banyak yang menunggu karya berikutnya,” ucapnya memberi dukungan.
Selain peluncuran buku, pertemuan itu juga menjadi momentum pembentukan Akademi Raja Ali Kelana di bawah PWI Kepri. Forum ini akan menjadi wadah diskusi, kajian, dan pembinaan literasi di kalangan wartawan dan masyarakat.











