harris
NatunaZona Headline

Grafik Merah Karhutla Natuna: Kasus Terus Naik, Bupati Cen Sui Lan Siaga Satu

159
×

Grafik Merah Karhutla Natuna: Kasus Terus Naik, Bupati Cen Sui Lan Siaga Satu

Share this article
Bupati Natuna meninjau lokasi Karhutla
Bupati Natuna, Cen Sui Lan meninjau lokasi kebakaran lahan. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Kondisi semakin diperparah oleh laporan teknis dari BMKG Natuna. Prakirawan Asrul Saparuddin mengungkapkan bahwa Natuna saat ini sedang dihimpit oleh dua fenomena iklim sekaligus: El Nino dan Angin Muson Australia.

Kombinasi ini menyebabkan curah hujan merosot tajam sejak Februari. Puncak kekeringan diprediksi terjadi sepanjang Maret hingga April, bahkan berpotensi meluas hingga Mei 2026. Kondisi vegetasi yang mengering membuat lahan di Natuna ibarat “tumpukan korek api” yang siap tersulut kapan saja.

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Kecamatan Bunguran Tengah, khususnya kawasan Binjai, kini dipetakan sebagai titik paling rawan karena berbatasan langsung dengan Bunguran Barat dan Selatan. Sebagai langkah taktis, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Muhammad Syawal, mengusulkan pembangunan pos penjagaan permanen di titik-titik krusial tersebut.

“Pos ini penting untuk mempercepat response time. Begitu ada kepulan asap, tim bisa langsung bergerak sebelum api menjadi tidak terkendali,” ujar Syawal.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah di Serasan Natuna Meliburkan Siswa dan 52 Warga Kena ISPA

Pemerintah menyadari bahwa faktor alam hanyalah pendukung, sementara pemicu utama tetaplah aktivitas manusia. Melalui rakor ini, disepakati peningkatan patroli terpadu dan edukasi masif kepada masyarakat.

Bupati Cen Sui Lan mengimbau dengan sangat agar warga menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara membakar. Dengan kondisi angin kencang dan lahan kering, satu percikan api kecil bisa berubah menjadi bencana besar yang mengancam pemukiman dan ekosistem Natuna.

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman