“Konsep ini juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pantai serta keberlangsungan hidup masyarakat nelayan,” sebutnya lagi.
Gerry menilai dengan anugrah alam terbentang luas untuk bangsa Indonesia, model bisnis Blue Economy dapat diterapkan di daerah yang memiliki sektor perikanan dan kelautan sebagai mata pencaharian warga mereka.
Konsep ini berpotensi besar menuai manfaat signifikan bagi Indonesia. “Model bisnis tersebut bukan hanya melibatkan nelayan, tetapi juga wirausahawan yang mengembangkan hasil olahan produk perikanan dan kelautan,” ucapnya.
Kepri sendiri secara geografis berbatasan dengan negara tetangga, yaitu Singapura, Malaysia, dan Vietnam yang memiliki luas wilayah 251.810,71 km². Sebanyak 96 persennya adalah perairan dengan 1.350 pulau besar, dan kecil.
“Dengan pemanfaatan yang optimal, lautan diperkirakan memiliki nilai yang sangat strategis untuk kesejahteraan masyarakat di dalamnya,” papar dia.
Melalui Keketuaan ASEAN 2023 yang mengangkat tema “Epicentrum of Growth”, kawasan ASEAN dengan berbagai keunggulan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi jangkar stabilitas global dan pusat pertumbuhan global di masa depan, termasuk Blue Economy.










