Gudangberita.co.id, Batam – Lingkungan kampus Institut Teknologi Batam (Iteba) sedang panas. Ketua Umum Mapala Iteba 2024–2025, Kevin Jonatan Anugerah M, mendadak menerima ancaman sanksi berat hingga Drop Out (DO) setelah melontarkan kritik mengenai kebijakan kampus.
Kevin diketahui mengkritik sejumlah hal di Iteba, mulai dari transparansi penggunaan dana kampus, fasilitas umum (fasum), hingga pemanfaatan bantuan pendidikan. Menurutnya, mahasiswa berhak tahu ke mana alur dana dan kebijakan yang diterapkan.
Namun kritik itu justru dibalas dengan ancaman sanksi berat.
“Itu bukan penegakan disiplin melainkan pembungkaman aspirasi mahasiswa. Saya menolak kriminalisasi penyampaian aspirasi,” tegas Kevin, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan, apa yang ia lakukan adalah bentuk advokasi untuk melindungi hak-hak mahasiswa, bukan aksi provokatif ataupun tindakan melanggar aturan.
Hal lain yang menuai sorotan adalah prosedur penjatuhan sanksi yang dinilai tidak transparan. Kevin mengaku tidak pernah dipanggil untuk klarifikasi dan tidak diberi kesempatan pembelaan diri.
“Keputusan sepihak tanpa pemanggilan dan tanpa klarifikasi jelas melanggar prinsip keadilan dasar. Asas audi et alteram partem – dengarkan kedua belah pihak – itu wajib dalam dunia akademik,” ujarnya.








