Dominasi Rekrutmen “Bawaan” (Orang Dalam)
Bukan rahasia lagi jika banyak posisi di perusahaan besar diisi melalui jalur referensi internal. Mengingat populasi Batam didominasi oleh pendatang yang sudah mapan di posisi manajemen atau HRD, mereka cenderung menarik kerabat atau rekan dari daerah asal mereka. Hal ini menciptakan ekosistem tertutup yang sulit ditembus oleh anak tempatan tanpa jaringan.
Preferensi HRD terhadap Pendatang Baru
Beberapa praktisi HRD secara subjektif menilai pelamar asal luar daerah memiliki motivasi lebih tinggi karena mereka memiliki beban “biaya hidup” dan “harus sukses” di perantauan. Sebaliknya, ada prasangka bahwa anak lokal lebih mudah resign atau kurang disiplin karena merasa memiliki tempat tinggal tetap dan dukungan keluarga di dekatnya.
“Kami lahir di sini, besar di sini, tapi saat melamar malah ditanya pengalaman kerja. Kalau tidak diberi kesempatan pertama, bagaimana kami bisa punya pengalaman?” begitulah keluhan yang sering muncul di grup pencari kerja Batam.
Untuk memutus rantai ini, diperlukan intervensi nyata:
Perda Tenaga Kerja: Penegakan aturan kuota bagi tenaga kerja lokal secara lebih ketat.
Revitalisasi BLK: Balai Latihan Kerja harus menjadi jembatan utama yang memberikan sertifikasi gratis bagi anak tempatan.













