Dalam sebuah hadits, Nabi bersabda:
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ، وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ، لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ، وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ»
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya akan tetapi iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah kalian mengghibahi kaum muslimin, dan janganlah pula mencai-cari aib mereka, sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari kesalahannya, dan barangsiapa yang Allah mencari-cari kesalahannya maka Allah akan mempermalukannya meskipun ia berada di dalam rumahnya”. (HR Abu Dawud).
Pada zaman yang serba digital saat ini, tidak sedikit orang-orang yang berbuat ghibah di media sosial. Mereka melakukan dengan tanpa sadar, seperti menjelekkan pemerintah, tokoh masyarakat, atau orang lain yang tidak disukainya. Sebagai orang Islam, jangan pernah melakukan ghibah, karena perbuatan ini bisa merugikan banyak orang, termasuk merugikan diri sendiri. Wallahu A’lam.









