BatamZona Headline

DPRD Batam Setujui Perubahan KUA-PPAS 2025, Anggaran Naik Jadi Rp4,41 Triliun: Subsidi UMKM, Beasiswa, dan Perlindungan Pekerja Rentan Diperkuat

623
×

DPRD Batam Setujui Perubahan KUA-PPAS 2025, Anggaran Naik Jadi Rp4,41 Triliun: Subsidi UMKM, Beasiswa, dan Perlindungan Pekerja Rentan Diperkuat

Share this article
Juru bicara Badan Anggaran, Kamaruddin, SE.MM, menyatakan bahwa perubahan anggaran difokuskan pada penguatan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penting, yakni penyampaian laporan dan pengambilan keputusan atas Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2025. Hasilnya, disepakati kenaikan total anggaran menjadi Rp4,41 triliun, naik sekitar Rp334 miliar dari pagu murni sebelumnya.

Dalam sidang tersebut, Badan Anggaran DPRD Kota Batam juga menyerahkan laporan hasil pembahasan kepada pimpinan DPRD dan Pemerintah Kota Batam, sekaligus menandatangani nota kesepakatan bersama.

BACA JUGA:  Keuangan Daerah Tertekan, Bupati Natuna Dorong OPD Jemput Program dari Pusat dan Provinsi

Juru bicara Badan Anggaran, Kamaruddin, SE.MM, menyatakan bahwa perubahan anggaran difokuskan pada penguatan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Beberapa program prioritas dalam Perubahan KUA-PPAS 2025 yang menonjol antara lain:

  • Subsidi bunga pinjaman 0% bagi pelaku usaha mikro ber-KTP Batam, maksimal pinjaman Rp20 juta.
  • Bantuan sosial untuk lansia ber-KTP Batam.
  • Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti pengemudi ojek online, nelayan, petani, hingga kader posyandu dan tokoh agama.
  • Beasiswa untuk siswa tidak mampu dan mahasiswa hinterland serta PTN favorit.
  • Pemberian seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
  • Peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, termasuk pembangunan ruang kelas baru, perbaikan poliklinik RSUD, dan pengadaan obat-obatan.
  • Program sembako bersubsidi dan pengembangan hortikultura untuk ketahanan pangan lokal.
BACA JUGA:  Diduga Gelapkan Uang Kompensasi Lahan di Nongsa, Perwakilan Perusahaan Dilaporkan ke Polisi

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam dalam Perubahan KUA-PPAS juga mengalami kenaikan signifikan, yakni dari Rp2,12 triliun menjadi Rp2,36 triliun, atau naik Rp110,4 miliar.

Hal ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi Batam yang diperkirakan berada pada kisaran 6,8% – 7,5% di tahun 2025, didorong oleh investasi dan pariwisata yang terus meningkat.