BatamZona Headline

Dewan atau Pengawal? Ketika Legislator Terlalu Lengket dengan Claudia

1623
×

Dewan atau Pengawal? Ketika Legislator Terlalu Lengket dengan Claudia

Share this article
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. (ist)
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. @li_claudia_chandra.
banner 468x60

Menariknya, Kamaluddin juga menyinggung peran DPRD dalam mengawasi pembangunan yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Meski secara struktur BP Batam bukan lembaga di bawah Pemko, namun dengan status ex-officio Walikota sebagai Kepala BP Batam, Kamal menyebut DPRD tetap memiliki hak moral dan politik untuk mengawasi.

“BP Batam tidak boleh berjalan sendiri. Pembangunan mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Maka kami, sebagai representasi rakyat, juga harus mengawasi,” katanya tegas.

BACA JUGA:  Tragedi Bripda NS: Mengapa Tim Forensik Independen Dilibatkan dalam Kematian Bintara Remaja Ini?

Soal Komisi dan ‘Monopoli’ Sidak

Menjawab kritik soal anggota DPRD yang kerap turun ke lapangan di luar lingkup komisinya, Kamaluddin menjamin bahwa koordinasi internal akan diperbaiki. Ia menampik anggapan adanya monopoli sidak atau dominasi dari komisi tertentu.

“Ke depan akan kita tata. Sidak dan pengawasan akan disesuaikan dengan bidang komisinya. Semua akan terlibat, bukan orang yang itu-itu saja,” katanya menutup pernyataan.

BACA JUGA:  Jangan Hanya Galak ke Rakyat Kecil, Aktivis Tantang Li Claudia Berantas Reklamasi Ilegal dan Deforestasi

Kisruh di media sosial menunjukkan betapa publik Batam kini semakin sadar akan pentingnya peran DPRD. Di tengah kritik dan sorotan, Kamaluddin justru memposisikan DPRD sebagai garda sinergi, bukan subordinasi. Bahwa kedekatan dengan kekuasaan boleh jadi strategi, tapi tetap harus dibingkai dengan keberpihakan pada rakyat.