Herdman juga menyadari realitas teknis Piala AFF 2026 yang tidak masuk kalender FIFA, sehingga sejumlah pemain Indonesia yang merumput di luar negeri berpotensi tidak bisa dipanggil.
Namun kondisi itu, menurutnya, berlaku untuk semua tim peserta.
“Tidak ada jendela FIFA, jadi realitas menghadirkan pemain Serie A atau Bundesliga menghilang. Ini akan menjadi medan permainan yang setara,” tuturnya.
Bagi Herdman, keberhasilan di Piala AFF bukan soal nama besar atau status pemain, melainkan hasrat membela negara dan keberanian memanfaatkan momentum.
“Tim yang sukses adalah tim yang paling ingin mewakili negaranya dan mengambil kesempatan untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi Piala Hyundai,” ucapnya.
Sejak edisi perdana Piala AFF 1996, Timnas Indonesia berkali-kali mendekati gelar namun selalu gagal di fase akhir. Kini, di bawah kepemimpinan John Herdman, Timnas Indonesia memasuki era baru dengan target jelas: mengakhiri penantian panjang dan membawa pulang trofi AFF.













