Ia menekankan, program MBG tidak boleh menyisakan ketimpangan. Seluruh siswa di Natuna harus mendapatkan hak yang sama.
“Kita tidak mau ada ketidakmerataan. Kita tidak mau ada siswa yang tidak mendapat MBG,” katanya.
Selain pemerataan, Cen juga menggarisbawahi kewajiban penggunaan produk lokal dalam program tersebut. Ia meminta dapur MBG memprioritaskan hasil tani dan ternak masyarakat Natuna.
“Wajib konsumsi produk lokal. Berikan kesempatan kontribusi kepada masyarakat. Petani dan peternak harus terlibat. Tidak boleh sayur dari luar,” ujarnya.
Dengan tambahan usulan dapur baru, total kebutuhan dapur MBG di Natuna diproyeksikan mencapai 26 unit reguler, guna memastikan seluruh sekolah terlayani secara optimal.













