“Pelaku menggunakan klaim kedekatan tersebut sebagai cara untuk meminta sejumlah uang kepada pelapor (Wan Siswandi). Total uang yang diberikan mencapai Rp3 miliar,” ungkap Kombes Pol Nona.
Uang tersebut diserahkan sebagai mahar untuk menjamin pencalonan kedua kalinya (petahana) bagi Wan Siswandi. Namun, hingga masa jabatan berakhir dan Pilkada 2024 usai, janji tersebut tidak pernah terbukti. Pelaku justru menghilang dan memutus komunikasi hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib.
Drama penipuan ini menjadi pukulan telak bagi Wan Siswandi. Selain mengalami kerugian finansial yang masif, hasil Pilkada 2024 juga menunjukkan kekalahan pasangan petahana Wan Siswandi-Rodhial Huda dari rivalnya, Cen Sui Lan-Jarmin Sidik.
Kini, Natuna sudah memiliki pemimpin baru, kepolisian fokus melakukan perburuan lintas provinsi untuk menangkap Khumaidi Siroj.
Polda Kepri menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Kepri dan Jawa Tengah, untuk segera melaporkan jika melihat sosok pria tersebut.
Kontak Penyidik Polda Kepri:
Ipda Reni Nanda, S.H., M.H: 0852-6528-9089
Bripka Aris Tri Hartanto: 0812-8594-0419
“Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, diharapkan segera menghubungi kantor polisi terdekat atau nomor penyidik yang tertera,” tutup Kombes Pol Nona.








