Menurutnya, keberadaan bandara sipil akan mempercepat arus logistik, meningkatkan sektor pariwisata, serta mempermudah mobilitas masyarakat dan barang ke kawasan perbatasan.
“Natuna punya potensi besar—perikanan, wisata, sumber daya alam. Tapi sayangnya, akses ke sana masih sangat terbatas,” ujarnya.
Selain bandara, Cen juga mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dan penyediaan air bersih di pulau-pulau kecil serta penguatan infrastruktur maritim mengingat 98 persen wilayah Natuna berupa laut.
“Tanpa pelabuhan dan sarana logistik yang memadai, konektivitas antar pulau akan terus terhambat,” tambahnya.
Cen Sui Lan menegaskan, percepatan pembangunan di Natuna bukan semata persoalan pemerataan infrastruktur, tetapi juga bentuk nyata menjaga marwah dan kedaulatan negara di garis depan NKRI.
Ia menilai, perhatian serius dari pemerintah pusat mutlak diperlukan agar Natuna tidak terus tertinggal dibandingkan wilayah lain.
“Saya diberi mandat oleh masyarakat untuk menjaga marwah perbatasan. Tapi kondisi kami penuh keterbatasan. Karena itu, saya mohon satu hal saja, bantu Natuna,” tutur Cen.
Komisi V DPR RI: Pembangunan Perbatasan Harus Jadi Prioritas Nasional
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyambut baik aspirasi yang disampaikan Bupati Cen Sui Lan. Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan perbatasan seperti Natuna merupakan bagian penting dari strategi nasional memperkuat kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.













