BatamKomunitas

Buka Bersama Jadi Ajang Silaturahmi Kapolda Kepri Bersama Ulama, Paguyuban dan Buruh

47
×

Buka Bersama Jadi Ajang Silaturahmi Kapolda Kepri Bersama Ulama, Paguyuban dan Buruh

Share this article
Kapolda Kepri Asep Saprudin
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., silaturahmi dan buka bersama para ulama, paguyuban dan buruh, bertempat di Hotel Nagoya Hill, Lubukbaja, Kota Batam, Kamis (27/2/2026).
banner 468x60

“Diharapkan para ulama dan tokoh masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan kami bagaimana memberikan edukasi, memberikan bimbingan, arahan, kepada masyarakat supaya mewujudkan kamtibmas di wilayah masing-masing. Dengan tujuan, mencintai negeri bagaimana kita tidak diadu domba antara satu dengan yang lainnya. Kemudian, bagaimaan kita hidup saling bertoleran, bagaimana juga masyarakat tidak terpapar hoaks atau informasi-informasi yang tidak jelas,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bripda Natanael Simanungkalit Meninggal di Mes Polda Kepri, Diduga Dianiaya Senior

Ia juga memerintahkan Kapolres dan jajaran di Polda Kepri untuk terus membuka dan menjalin komunikasi yang intensif dengan para ulama, guna melakukan cross check terhadap setiap informasi yang berkembang di wilayah masing-masing.

“Hal ini penting sebagai dasar dalam mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas kamtibmas. Apalagi di Batam, potensi terjadinya konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal, cukup tinggi. Namun kita patut bersyukur karena hingga saat ini tidak terjadi unjuk rasa yang menonjol dan berdampak signifikan terhadap situasi kamtibmas,” lanjut Kapolda.

BACA JUGA:  Dugaan Pemerasan Turis Singapura di Pelabuhan Batam, Oknum Imigrasi Diperiksa Intensif dan Terancam Sanksi Disiplin

Kondisi ini terwujud berkat dukungan para ulama, paguyuban, kaum buruh, serta mahasiswa yang turut menjaga kondusivitas wilayah Kepri. Para mahasiswa yang kerap menyuarakan aspirasi rakyat pun telah menunjukkan sikap kooperatif serta memahami potensi adanya pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi demi menciptakan ketidakstabilan di Kota Batam.