“Diharapkan para ulama dan tokoh masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan kami bagaimana memberikan edukasi, memberikan bimbingan, arahan, kepada masyarakat supaya mewujudkan kamtibmas di wilayah masing-masing. Dengan tujuan, mencintai negeri bagaimana kita tidak diadu domba antara satu dengan yang lainnya. Kemudian, bagaimaan kita hidup saling bertoleran, bagaimana juga masyarakat tidak terpapar hoaks atau informasi-informasi yang tidak jelas,” jelasnya.
Ia juga memerintahkan Kapolres dan jajaran di Polda Kepri untuk terus membuka dan menjalin komunikasi yang intensif dengan para ulama, guna melakukan cross check terhadap setiap informasi yang berkembang di wilayah masing-masing.
“Hal ini penting sebagai dasar dalam mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas kamtibmas. Apalagi di Batam, potensi terjadinya konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal, cukup tinggi. Namun kita patut bersyukur karena hingga saat ini tidak terjadi unjuk rasa yang menonjol dan berdampak signifikan terhadap situasi kamtibmas,” lanjut Kapolda.
Kondisi ini terwujud berkat dukungan para ulama, paguyuban, kaum buruh, serta mahasiswa yang turut menjaga kondusivitas wilayah Kepri. Para mahasiswa yang kerap menyuarakan aspirasi rakyat pun telah menunjukkan sikap kooperatif serta memahami potensi adanya pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi demi menciptakan ketidakstabilan di Kota Batam.













