Dari kedua sektor tersebut, lahirlah dua inovasi unggulan Kota Batam yang kini masuk nominasi IGA 2025. Inovasi pertama adalah AKSARA (Aktivitas Kreasi Sains Asik Ramah Anak), gagasan dari SMP Negeri 3 Batam yang menyesuaikan pola belajar anak dengan kebutuhan psikologis sesuai usia mereka dan terbukti mampu meningkatkan capaian skor rapor pendidikan nasional.
Sementara inovasi kedua adalah POS PBB 2.0, transformasi layanan pembayaran pajak daerah berbasis QRIS yang berhasil meningkatkan efektivitas transaksi dan pendapatan daerah secara signifikan.
Melalui ajang IGA 2025, Wali Kota Batam menegaskan komitmennya menjadikan inovasi sebagai fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia berharap, capaian ini dapat menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Batam untuk terus berinovasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang unggul dan berdaya saing.
“Semoga melalui IGA 2025 ini, Batam dapat terus menorehkan prestasi dan mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat,” tutup Amsakar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suhar, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Efrius, Kepala Badan Pendapatan Daerah Raja Azmansyah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Rudi Panjaitan, Kepala Dinas Pendidikan Henri Arulan, serta Kepala SMP Negeri 3 Batam Nyorita.













