“Kota Batam berkembang pesat, mobilitasnya tinggi. FGD ini jadi ruang strategis untuk menyusun sistem transportasi dan parkir yang efisien,” kata Salim.
Hadir dalam FGD ini perwakilan DPRD Kota Batam, Polresta Barelang, Kejaksaan Negeri Batam, serta perwakilan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru sebagai mitra berbagi pengalaman.
Transformasi sistem parkir dan lalu lintas di Batam bukan sekadar soal menata kendaraan, tapi juga menyangkut arah pembangunan ekonomi kota, ketertiban ruang publik, dan keadilan distribusi manfaat. Ke depan, siapa yang mampu beradaptasi dengan sistem baru, akan menjadi pihak yang paling diuntungkan.







