Dalam diskusi tersebut, berbagai ide dan gagasan muncul, mulai dari strategi pengelolaan potensi daerah hingga peningkatan sinergi antara lembaga legislatif dan media.
“Kami melihat Kepri punya potensi besar di laut. Sudah saatnya potensi itu dikelola untuk kesejahteraan rakyat, bukan hanya jadi angka di atas kertas,” kata Saibansah.
Labuh Jangkar Jadi Harapan Baru
Salah satu sektor yang disebut berpotensi besar mendongkrak PAD adalah labuh jangkar atau anchorage service.
Menurut Iman Sutiawan, sektor ini dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menambah pendapatan daerah di tengah penurunan fiskal.
“Dari sekian potensi yang ada, labuh jangkar bisa kita andalkan lebih cepat. Sektor perikanan dan tambang juga besar, tapi butuh waktu panjang untuk dikembangkan,” ujarnya.
DPRD Kepri bahkan telah menyurati Kementerian Perhubungan dan DPR RI untuk memperjuangkan pelimpahan kewenangan pengelolaan jasa labuh jangkar 0–12 mil laut kepada Pemerintah Provinsi Kepri.
“Saat ini, izin dan pengelolaannya masih dipegang pusat. Kalau dikelola daerah, hasilnya bisa signifikan,” tegasnya.
Iman menegaskan, keberhasilan optimalisasi potensi laut Kepri bergantung pada kolaborasi lintas lembaga — antara pemerintah daerah, pusat, DPRD, DPR RI, serta sektor swasta.













