Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Sazali, menjelaskan bahwa pemeriksaan pangan segar selama ini umumnya dilakukan pada momen tertentu seperti Ramadan, Lebaran, atau perayaan keagamaan. “Jika ditemukan kandungan berbahaya, sampel akan dikirim ke laboratorium terakreditasi untuk analisis lanjutan. Yang terpenting adalah edukasi petani dalam penggunaan pestisida,” ujarnya.
Program MBG di Kepri menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, tidak hanya untuk meningkatkan gizi masyarakat tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komoditas lokal.













