Ramon Damora, Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, masih mengingat dengan jelas perbincangan terakhirnya dengan Abdul Hamid. Saat itu, mereka tengah sibuk membenahi organisasi dan bersiap menghadapi Konferensi Cabang tingkat Provinsi Kepri Luar Biasa (Konferprov-LB) untuk pemilihan Ketua PWI.
“Jum’at sore, setelah deklarasi integritas, almarhum menghubungi saya, menyatakan kesiapan menghadiri kongres,” kenang Ramon. Siapa sangka, itu menjadi percakapan terakhir mereka.
Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar PWI Kepri, tetapi juga bagi dunia jurnalistik di Kepulauan Riau. Banyak kenangan yang tertinggal, banyak jejak yang tak akan terhapus oleh waktu.
Selamat jalan, Abdul Hamid. Kisah dan karyamu akan tetap hidup, menginspirasi banyak insan pers yang kau tinggalkan.













