Gudangberita.co.id, Batam – Kesunyian di kawasan perairan Pulau Teluk Ara mendadak pecah oleh suara tiupan pluit yang melengking.
Dari atas perahu, salah seorang personel Polsek Sagulung yang terlibat dalam pencarian menajamkan pandangan ke arah rimba bakau. Di sana, tubuh Natalia (20) terbaring tak berdaya di tepi pantai
Namun, tepat saat pluit bernada nyaring itu berbunyi, sebuah keajaiban kecil terjadi di tengah keputusasaan.
“Waktu melihat tubuh terbaring, anggota membunyikan pluit. Nah, saat itu dia mengangkat tangan. Kondisinya lemas,” ungkap Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, Selasa (25/8/2026) siang.
Gerakan perlahan dari jemari Natalia yang terangkat ke udara menjadi isyarat kehidupan paling berharga.
Isyarat singkat itu mematahkan kekhawatiran tim gabungan yang sempat menduga aksi nekat Natalia melompat dari Jembatan 1 Barelang, Batam, pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB berakhir tragis.
Keberhasilan penemuan Natalia berjarak sekitar 21 km dari Pos SAR Batam tak lepas dari kejelian tim membaca pergerakan alam. Berdasarkan barang-barang korban yang ditemukan di koordinat 0°58’55.16″N 104°2’29.74″E, pencarian langsung difokuskan menyisir rute arus laut.
Kepala Pos SAR Batam, Dedius, menyebut Natalia sangat beruntung dapat bertahan hidup mengingat reputasi Jembatan 1 Barelang yang kerap memakan korban jiwa.













