Gudangberita.co.id, Natuna – Musim kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Natuna mulai menunjukkan dampak mengkhawatirkan. Perumda Tirta Nusa Natuna melaporkan bahwa debit sumber air baku mengalami penurunan drastis hingga menyisakan 30-40 persen saja dari kapasitas normal.
Kondisi ini memaksa otoritas terkait untuk melakukan langkah darurat demi memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih.
Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, menegaskan bahwa pihaknya tengah berjibaku memenuhi kebutuhan domestik warga di tengah keterbatasan. Sebagai langkah konkret, bantuan air bersih gratis mulai disalurkan secara bertahap ke titik-titik terdampak paling parah.
“Hari ini dilakukan suplai air ke wilayah RT Batu Ampar. Penyaluran dikoordinasikan bersama ketua RT agar distribusi tepat sasaran,” ujar Zaharuddin, Selasa (12/5/2026).
Di tengah krisis ini, sorotan tertuju pada proyek Embung Sebayar. Meskipun pembangunan pipa transmisi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) telah rampung, fasilitas tersebut belum bisa beroperasi secara penuh karena masih menunggu penyelesaian:
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Pembangunan jaringan distribusi pendukung.
Pemasangan jaringan listrik dari PLN.













