KomunitasLingga

Satu Pegawai Satu Pohon: Strategi Unik Disperindagkop Lingga Perkuat Ketahanan Pangan & Pasokan MBG

22
×

Satu Pegawai Satu Pohon: Strategi Unik Disperindagkop Lingga Perkuat Ketahanan Pangan & Pasokan MBG

Share this article
Disperindagkop UKM Lingga luncurkan program unik "Satu Pegawai Satu Pohon" kates untuk perkuat ketahanan pangan dan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Disperindagkop UKM Lingga luncurkan program unik "Satu Pegawai Satu Pohon" kates untuk perkuat ketahanan pangan dan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Lingga – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Lingga melakukan aksi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui metode yang unik.

Sebanyak 52 pohon pepaya (kates) ditanam di area kantor, di mana setiap satu pohon menjadi tanggung jawab penuh satu orang pegawai.

Langkah ini bukan sekadar penghijauan, melainkan strategi sistematis untuk memastikan keberlanjutan komoditas lokal dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lingga.

BACA JUGA:  Fiskal Lingga 'Goyang', Bupati Terpaksa Teken Pinjaman Bank Demi Bayar THR ASN

Kepala Disperindagkop UKM Lingga, Febrizal Taupik, menegaskan bahwa program ini dirancang agar tidak ada pegawai yang hanya menjadi penonton. Dengan jumlah 52 pohon yang sesuai dengan jumlah staf, setiap individu memiliki kewajiban moral dan teknis untuk merawat tanaman tersebut hingga masa panen tiba.

“Setiap staf punya kesempatan yang sama untuk belajar bagaimana menanam dan merawat kates agar hasilnya maksimal. Kami ingin membangun budaya tanggung jawab,” ujar Taupik, Kamis (30/4/2026).

BACA JUGA:  Lansia Asal Dabo Singkep Tergeletak Tak Berdaya di Pasar Kawal Tanjungpinang, Diduga Stroke dan Sebatang Kara

Salah satu poin krusial dari penanaman kates ini adalah keterkaitannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Taupik menyebutkan bahwa ketersediaan pangan lokal yang stabil sangat penting untuk mendukung operasional dapur-dapur program tersebut di wilayah Lingga.