Gudangberita.co.id, Lingga – Penemuan jasad perempuan yang terkubur di belakang rumah kontrakan Simpang Setajam, Jalan Kartini, Dabo Singkep, menyisakan teka-teki besar. Bukan hanya soal penyebab kematiannya, namun juga mengenai dualisme identitas yang melekat pada diri korban.
Di Kijang (Bintan), ia dikenal hangat sebagai Safitri Yana alias Fitri. Namun di Dabo Singkep (Lingga), ia dikenal sebagai Diana—sosok misterius yang menutup rapat kisah masa lalunya.
Berdasarkan penelusuran Gudangberita.co.id, rekan-rekan masa kecil korban di Kijang mengaku sangat terpukul. Bagi mereka, korban adalah “Fitri”, seorang gadis yatim piatu yang tumbuh dengan kepribadian santun, gemar menyanyi, dan aktif menari bersama teman-temannya.
“Kami tau namanya cuma Fitri, kalau Diana gak tau pula. Dia yang katanya punya tato itu pun kami gak tahu menahu,” ungkap salah seorang sahabat kecilnya di Kijang.
Kontras dengan memori di Kijang, saat berpindah ke Dabo Singkep, korban menggunakan nama “Diana”. Di lingkungan barunya, Diana dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup. Tiara, mantan atasan Diana, bahkan menyebut bahwa selama bekerja, tidak ada satu pun rekan kerja yang mengetahui asal-usul keluarga maupun daerah asal Diana.













