“Semua kawan-kawannya tidak tahu Diana ini asal-usulnya dari mana. Saya sebagai mantan bosnya pun tidak tahu,” ujar Tiara.
Perubahan tidak hanya terjadi pada nama dan sifatnya yang menjadi tertutup. Munculnya tato bertuliskan nama “Diana” dan gambar bunga di tangan kanan menjadi ciri fisik baru yang tidak dikenali oleh orang-orang dari masa lalunya di Kijang.
Meski demikian, warga di sekitar Setajam, Dabo, memberikan kesaksian bahwa dalam dua tahun terakhir, Diana tampak sedang menempuh jalan hijrah. Ia dikenal rajin menjalankan ibadah di masjid setempat.
“Sudah 2 tahun ini almarhumah rajin taraweh di Masjid Setajam,” kata Nur, seorang warga Dabo.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, menyatakan bahwa pihaknya masih berupaya keras mensinkronkan identitas korban dengan bukti-bukti lapangan melalui proses ilmiah.
“Kami perlu waktu untuk memastikan identitas korban dan penyebab kematian melalui hasil VER dan Autopsi,” tegas AKBP Pahala kepada wartawan.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami keterkaitan antara identitas “Safitri Yana” dan “Diana”, serta mencari keberadaan Jaka, suami korban yang menghilang sejak rumah mereka terlihat tertutup rapat beberapa hari sebelum penemuan jasad.













