Gudangberita.co.id, Manado – Gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Bencana ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia di Manado, kerusakan fasilitas publik, hingga evakuasi darurat pasien rumah sakit.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengonfirmasi bahwa korban jiwa ditemukan di bawah reruntuhan Gedung KONI Sario, Kota Manado. Tim gabungan telah berhasil mengevakuasi korban di tengah puing-puing bangunan yang roboh.
Guncangan yang dirasakan sangat kuat (V-VI MMI) di Ternate dan Manado menyebabkan kepanikan luar biasa. Selain Gedung KONI Sario yang mengalami kerusakan fatal, fasilitas kesehatan juga terdampak serius.
Danrem 131/Santiago melaporkan salah satu rumah sakit di Manado mengalami pecah kaca di ruang ICU dan tembok runtuh. Akibatnya, sebanyak 40 pasien harus dievakuasi ke lokasi aman karena trauma dan risiko bangunan.
Di Maluku Utara, kerusakan bangunan juga cukup masif, meliputi:
Kecamatan Batang Dua (Ternate): 5 rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan, dan 4 bangunan gereja rusak.
Kota Tidore Kepulauan: Kerusakan rumah warga dan fasilitas Pelabuhan Speedboat di Tidore Utara.













