Gudangberita.co.id, Batam – Kawasan Nagoya selama bertahun-tahun dikenal sebagai ikon wisata belanja dan pusat aktivitas ekonomi Kota Batam. Namun, seiring perubahan pola wisata dan kebutuhan ruang kota, Nagoya-Jodoh dinilai mulai kehilangan daya tariknya.Â
Inilah yang mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan konsep New Nagoya sebagai magnet wisata baru berbasis walkable city.
Pertanyaannya, apa yang sebenarnya menjadi persoalan di Old Nagoya hingga perlu dilakukan penataan ulang secara besar-besaran?
Sejumlah tantangan selama ini melekat pada kawasan Nagoya, mulai dari dominasi kendaraan bermotor, keterbatasan jalur pejalan kaki, persoalan parkir, hingga kepadatan lalu lintas yang mengurangi kenyamanan wisatawan.
Kondisi tersebut dinilai tidak lagi sejalan dengan tren pariwisata modern yang mengutamakan kenyamanan, pengalaman, dan integrasi dengan ruang publik.
Menjawab tantangan itu, BP Batam merancang New Nagoya sebagai kawasan wisata yang mengedepankan konsep ramah pejalan kaki, tertata, dan terintegrasi dengan aktivitas UMKM serta pusat perbelanjaan.
Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa pengembangan New Nagoya merupakan bagian dari visi Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam membangun pariwisata berkelanjutan di Batam.













