Gudangberita.co.id, Natuna – Subsidi transportasi laut hingga 63 persen yang dikucurkan pemerintah pusat melalui program tol laut belum sepenuhnya berdampak pada penurunan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Natuna.
Hingga Desember 2025, masyarakat di wilayah perbatasan itu masih harus membeli bahan pangan dengan harga jauh lebih mahal dibandingkan daerah lain, khususnya Pulau Jawa.
Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna mencatat, harga beras medium di Natuna berada di kisaran Rp16.000–Rp18.000 per kilogram, bahkan menembus Rp20.000 per kilogram di kecamatan pulau terluar seperti Serasan dan Midai.
Sebagai perbandingan, harga beras medium di Pulau Jawa rata-rata masih di kisaran Rp12.000–Rp14.000 per kilogram.
Disparitas harga juga terjadi pada minyak goreng Minyak Kita. Di Natuna, harga jual berada pada kisaran Rp18.000–Rp21.000 per liter, sementara di Pulau Jawa relatif stabil di angka Rp14.000–Rp15.500 per liter. Selisih harga mencapai Rp4.000–Rp6.000 per liter.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada telur ayam broiler. Di Kecamatan Bunguran Timur, harga telur rata-rata Rp58.000 per papan. Sementara di Midai dan Pulau Panjang, harga melonjak hingga Rp68.000–Rp70.000 per papan. Di Pulau Jawa, harga telur masih berkisar Rp48.000–Rp52.000 per papan.









