BatamZona Headline

Fenomena Kudis Sima di Rutan Batam, Pengamat HAM Ingatkan Negara Jangan Lalai Penuhi Hak Kesehatan Narapidana

75
×

Fenomena Kudis Sima di Rutan Batam, Pengamat HAM Ingatkan Negara Jangan Lalai Penuhi Hak Kesehatan Narapidana

Share this article
Tahanan (ilustrasi).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Aktivis media sosial Batam, Yusril Koto, kembali jadi sorotan usai mengungkap kondisi memprihatinkan di Rutan Kelas II A Batam. Setelah bebas pada 25 Oktober 2025, Yusril membongkar kisah nyata yang jarang terdengar: para tahanan di rutan itu bergulat dengan penyakit kulit menular yang mereka sebut “Sima”.

Selama empat bulan menjalani masa tahanan atas kasus pencemaran nama baik di media sosial TikTok, Yusril mengaku menyaksikan langsung penderitaan rekan-rekan sesama penghuni rutan.

BACA JUGA:  Helm Biru Muda di Atas Scoopy Jadi Saksi Bisu Aksi Nekat Natalia di Jembatan 1 Barelang

“Lebih separuh penghuni di kamar saya, dari 23 tahanan, menderita penyakit kulit yang disebut sima. Luka di kaki sampai badan, seperti macan tutul,” ungkap Yusril dalam video di media sosial, Selasa (28/10/2025).

Menurut Yusril, penyebab utama merebaknya penyakit kulit itu adalah kualitas air dan makanan yang buruk di dalam rutan.

BACA JUGA:  Polda Kepri Tetapkan 3 Tersangka Bentrok Sengketa Lahan di Pulau Setokok Batam

Air untuk mandi dan mencuci, katanya, bukan air bersih dari PDAM, melainkan air sumur bor tanpa pengolahan.

“Airnya keruh, tidak ada water treatment. Kami bahkan harus menyerahkan satu bungkus rokok setiap minggu agar bisa mandi di luar kamar mandi,” katanya.

Selain air, Yusril juga menyoroti makanan yang disajikan bagi tahanan. Menu sehari-hari disebutnya jauh dari kata layak: ikan asin tamban kualitas rendah dan tahu isi kecil tanpa gizi.

BACA JUGA:  Diduga Beraksi Seminggu di Indomaret RSBP Batam, Emak-Emak Nekat Curi Cokelat hingga Pembalut Senilai Rp2 Juta