BatamZona Headline

Fesly Abadi Paranoan Dilantik Jadi Direktur BP Batam, Pernah Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Pelabuhan Batuampar

1119
×

Fesly Abadi Paranoan Dilantik Jadi Direktur BP Batam, Pernah Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Pelabuhan Batuampar

Share this article

Namanya sempat mencuat usai penyidik Polda Kepri menggeledah rumah dan kantornya dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pelabuhan Batuampar.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad resmi melantik 23 Pejabat Struktural Tingkat II di lingkungan BP Batam pada Senin (16/6/2025) di Balarungsari BP Batam. (Foto: Dok. BP Batam)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Pelantikan 23 Pejabat Struktural Eselon II oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, pada Senin (16/6/2025) di Aula Balarungsari BP Batam, menyita perhatian publik.

Salah satu pejabat yang menjadi sorotan adalah Fesly Abadi Paranoan, yang resmi dilantik sebagai Direktur Perencanaan Infrastruktur BP Batam.

Fesly bukanlah nama baru di lingkungan BP Batam. Ia telah berkarier lebih dari satu dekade dan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis sejak 18 September 2020.

BACA JUGA:  Hanya Karena Utang Rp300 Ribu, 5 Penagih Koperasi Keroyok Warga Tiban Batam hingga Babak Belur

Namun, nama Fesly kembali mencuat ke permukaan setelah ia sempat menjadi sorotan dalam pengusutan dugaan kasus korupsi revitalisasi Pelabuhan Batuampar oleh Polda Kepri.

Pada Rabu, 19 Maret 2025, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri melakukan penggeledahan di rumah Fesly yang terletak di kawasan elite Bukit Indah Sukajadi, Batam Kota.

BACA JUGA:  Mudik Idul Fitri 1447 H: Polda Kepri Terjunkan 1.450 Personel, Warga Bisa Titip Kendaraan Gratis di Kantor Polisi

Tak hanya itu, penggeledahan juga dilakukan di kantor Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam yang berada di Gedung Annex 1 BP Batam.

Penggeledahan dilakukan di dua unit rumah yang berlokasi di Perumahan Sukajadi dan Perumahan Rajawali Bandara. (Foto: ist)

Meski status hukumnya tidak pernah diumumkan secara resmi ke publik, fakta bahwa rumah dan kantornya ikut digeledah menjadi perhatian tersendiri di tengah publikasi pelantikan pejabat baru ini.