Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Braiel Arnold Rondonuwu, S.I.K., M.H mengatakan kasus dugaan korupsi Pelabuhan Batu Ampar sedang masih dalam penyelidikan.
“Kasus Perkara (Pelabuhan) Batu Ampar dalam proses penghitungan kerugian oleh BPK,” ucapnya, saat dihubungi, Selasa (17/6/2025).
Kendati polisi sempat menggeledah rumah dan ruangannya di BP Batam, Kompol Braiel menyebut status Fesly masih sebagai saksi. “Statusnya saksi di perkara tersebut,” terangnya.
Di sisi lain, secara akademik, Fesly dikenal sebagai birokrat yang memiliki latar belakang pendidikan kuat. Ia menyelesaikan studi S2 di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota di Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Geo-Information Science and Earth Observation di University of Twente, Belanda.
Dalam rekam jejaknya, ia juga pernah menduduki berbagai posisi penting di BP Batam, seperti:
- Kasubbid Pelatihan TIK (2012–2015)
- Plt Kabid Pengusahaan TIK (2015–2016)
- Kasi Penyiapan Hak Pengelolaan Lahan (2016–2017)
- Kabid Pengadaan dan Pengalokasian Lahan (2017–2020)
- Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara (2020)
Fesly juga tercatat menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun atas pengabdiannya sebagai ASN.
Pelantikannya sebagai Direktur Perencanaan Infrastruktur yang baru tentu menjadi langkah penting, namun juga menimbulkan berbagai pertanyaan dari publik, terutama terkait transparansi dan integritas birokrasi BP Batam.
Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring turut menyoroti hal ini. Menurutnya Kepala BP Batam semestinya memilih pejabat yang teruji integritasnya dan bebas dari korupsi untuk menciptakan good governance.













