BintanZona Headline

7 Prioritas Pelanggaran yang Bisa Ditilang dalam Operasi Patuh Seligi 2024

225
×

7 Prioritas Pelanggaran yang Bisa Ditilang dalam Operasi Patuh Seligi 2024

Share this article
pelaksaan Apel Gelar Pasukan dan penyematan Pita tanda Operasi yang dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara Polres Bintan, Senin (15/7/2024). (Foto: dok. Polres Bintan)
banner 468x60

Ia menyampaikan bahwa sasaran operasi sebanyak tujuh prioritas pelanggaran yaitu:

  1. pengemudi atau pengendara ranmor yang menggunakan ponsel saat berkendara
  2. pengemudi atau pengendara yang masih di bawah umur
  3. pengemudi atau pengendara yang berboncengan lebih satu
  4. pengemudi atau pengendara yang tidak menggunakan helm SNI
  5. pengemudi pengendara ranmor yang tidak menggunakan sefety belt
  6. pengemudi atau pengendara yang dalam pengaruh atau mengkomsumsi alkohol
  7. pengemudi atau pengendara yang melawan arus dan pengemudi atau pengendara yang melebihi batas kecepatan.
BACA JUGA:  Pemko Batam Pasang Badan, Wali Kota Amsakar Achmad Jamin Pendidikan RAL Bocah Korban Siksa Ibu Tiri hingga Tuntas

Ia mengatakan, sebagai gambaran pada semester satu tahun 2024, jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Bintan sebanyak 7.276 pelanggaran, didominasi oleh pelanggaran tidak menggunakan Helm SNI, melawan arus dan Pengemudi dibawah umur dengan jumlah laka lantas dalam periode yang sama tercatat sebanyak 74 kejadian dengan korban meninggal dunia 9 orang, luka berat 80, luka ringan 27 orang dan kerugian material Rp 117.500.000.

BACA JUGA:  Investasi AI Data Center Rp88 Triliun di Batam Amankan Pasokan Listrik PLN, Siap Saingi Singapura-Johor

Riky menekankan kepada seluruh personel terkait dapat mewujudkan kamseltibcar lantas untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan jumlah kecelakaan serta fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

“Utamakan faktor keamanan dan keselamatan, kedepankan tindakan preemtif dan preventif, upayakan pendekatan yang simpatik dan humanis serta lakukan edukasi kepada masyarakat, hindari tindakan pungli dan lakukan tugas ops patuh ini dengan baik dan tidak melakukan tindakan yang kontra produktif,” tergasnya kepada personel.

BACA JUGA:  Diduga Aksi 'Rayap Besi' di Terowongan Pelita Batam Terekam Kamera, Fasilitas Publik Dirusak?

Ia meminta personelnya memahami psikologis masyarakat dengan melakukan penegakan hukum, memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya ketaatan dan kepatuhan pada saat berlalu lintas di jalan.