BatamPeristiwaZona Headline

7 Fakta di Balik Demo Warga Pulau Kasu Serang Kantor LIRA Kepri di Batam

132
×

7 Fakta di Balik Demo Warga Pulau Kasu Serang Kantor LIRA Kepri di Batam

Share this article
Ribuan warga Pulau Kasu menggelar aksi unjuk rasa di Batam Centre
Ribuan warga Pulau Kasu menggelar aksi unjuk rasa di Batam Centre.
banner 468x60
  1. Berujung Pengrusakan Kantor karena LIRA Absen

Kekecewaan warga memuncak karena tidak ada satu pun perwakilan pengurus DPW LIRA Kepri yang menemui mereka untuk memberikan klarifikasi langsung. Situasi yang sempat memanas tersebut dilaporkan berujung pada tindakan anarkis berupa pengrusakan fisik kantor sekertariat LIRA Kepri.

  1. Pembelaan Yusril Koto: Murni Kontrol Sosial Tanpa Unsur SARA

Menanggapi aksi tersebut, Yusril Koto menegaskan bahwa protes warga salah sasaran. Ia mengklarifikasi bahwa kritiknya murni merupakan fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan APBD negara dan menggunakan asas praduga (kata “diduga”). Ia menjamin tidak ada satu pun pernyataannya yang menyinggung sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

  1. Duduk Perkara Sebenarnya: Masalah Dokumen SPK dan Tagihan Material
BACA JUGA:  Seminggu Sikat 6 Kasus, Polda Kepri Ringkus 11 Tersangka Narkoba dan Sita Ratusan Gram Sabu Hingga Vape Etomidate

Yusril membeberkan kritikannya didasari oleh laporan fakta di lapangan. Rekanan pemasok material (yang juga Bendahara LIRA), Rudi Wijaya, belum menerima pembayaran ratusan juta untuk suplai batu miring sejak September 2025 hingga Mei 2026. Pihak pelaksana berdalih pembayaran mandek karena Surat Perjanjian Kerja (SPK) dari instansi terkait belum terbit, padahal pengerjaan fisik sudah berjalan di lapangan. Hal inilah yang ia sebut sebagai sistem “proyek siluman”.

  1. Keberadaan Yusril Saat Demo: Perjalanan Dinas Resmi ke Sumatra
BACA JUGA:  Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 Hilang di Laut Bintan, Tim SAR Rangkul Nelayan

Terkait absennya LIRA saat dikepung massa, Yusril menjelaskan dirinya sedang berada di Rao, Pasaman Timur, Sumatra Barat untuk perjalanan darat menuju Medan guna menghadiri HUT LSM LIRA ke-21. Keberangkatannya sejak 8 Juni tersebut legal dan terencana, dilengkapi dokumen resmi dari KPU Bea Cukai Batam serta Ditlantas Polda Kepri yang diurus sejak akhir Mei. Yusril bahkan menduga ada “oknum Dewan” yang mendanai aksi demo tersebut karena gerah proyeknya dibongkar.

BACA JUGA:  Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Minta Insan Pers Sikapi Pernyataan Wawako Li Claudia dengan Bijak dan Profesional