Logistik Udara Masih Diandalkan
Pengiriman bantuan tahap pertama ke Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah mencapai 100%. Namun distribusi ke Mandailing Natal, Gunungsitoli, dan Nias Selatan masih terhambat.
Tiga helikopter BNPB dan TNI AD terus melakukan sorti untuk mengangkut sembako, BBM, genset, hingga perangkat satelit Starlink ke titik-titik terisolasi seperti Sopotinjak dan Muara Siabu.
Aceh: 156 Tewas, 181 Hilang, 479 Ribu Warga Mengungsi
Aceh turut mengalami kerusakan parah. Hingga Senin sore, tercatat 156 korban meninggal dan 181 warga hilang di berbagai kabupaten/kota, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Nagan Raya.
Jumlah pengungsi mencapai 479.300 jiwa, tertinggi berada di Aceh Utara (107.305 jiwa).
Hampir seluruh jalur vital terputus yakni Perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang, Gayo Lues–Aceh Tamiang, Bireuen–Takengon, Bener Meriah–Bireuen, Banda Aceh–Lhokseumawe (akses terbatas via Jembatan Gantung Awe Geutah).
Kementerian PUPR terus mengebut perbaikan agar distribusi bantuan dan evakuasi lebih optimal.
BNPB memasang perangkat Starlink di delapan titik, termasuk Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Bireuen. Bantuan logistik juga dikirim lewat jalur laut menggunakan Kapal Express Bahari, serta penerbangan udara ke wilayah sulit dijangkau seperti Aceh Tamiang dan Gayo Lues.







