NasionalZona Headline

5 Fakta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates di Indonesia: Keamanan, Lokasi, hingga Pro dan Kontra

638
×

5 Fakta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates di Indonesia: Keamanan, Lokasi, hingga Pro dan Kontra

Share this article
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan tokoh filantropi dunia sekaligus pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Indonesia resmi menjadi salah satu lokasi uji coba vaksin TBC M72/AS01E yang dikembangkan dengan dukungan Bill & Melinda Gates Foundation. Keputusan ini disambut positif oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan Bill Gates di Istana, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Namun, tak sedikit masyarakat yang menyuarakan kekhawatiran terhadap rencana ini.

Berikut lima fakta penting tentang uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia yang perlu diketahui publik:

  1. Dikembangkan oleh GSK dan Aeras dengan Dukungan Bill Gates
BACA JUGA:  Sisi Gelap di Balik Pembunuhan Anambas: Hubungan Terlarang dan Dugaan Penyimpangan Seksual Berujung Maut

Vaksin TBC yang akan diuji ini dikembangkan oleh GlaxoSmithKline (GSK) dan Aeras, dengan dukungan penuh dari Bill & Melinda Gates Foundation serta Wellcome Trust. Vaksin ini bertujuan menangkal perkembangan TBC aktif pada orang yang telah terinfeksi laten. Dalam uji klinis fase 2b, vaksin ini menunjukkan efikasi sebesar 50 persen, sebuah terobosan besar mengingat belum ada vaksin TBC baru selama lebih dari 100 tahun sejak BCG.

  1. Sudah Masuk Fase 3 dan Dinilai Aman oleh Para Ahli
BACA JUGA:  Dievakuasi SAR: Penumpang KMP Sembilang Rute Batam-Tungkal Tak Sadarkan Diri di Perairan Karas, Namun tak Terselamatkan

Menurut Prof Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan PDPI, vaksin ini telah melewati uji klinis fase 1 dan 2, dan kini memasuki fase 3, yang merupakan tahap akhir pengujian sebelum izin edar. Fase ini melibatkan ribuan peserta untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin. Epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University juga menegaskan bahwa vaksin ini telah diuji pada manusia dan memenuhi standar ilmiah keamanan.