“Benar, korban atas nama NH sudah membuat laporan subuh tadi. Kasus ini segera kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas IPTU Indra.
Insiden ini juga mendapat perhatian serius dari Forum Solidaritas Masyarakat Singkep Barat (FSMSB). Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pelaku.
“Kami mendorong Polres Lingga agar bersikap tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam kekacauan ini. Jangan ada toleransi terhadap tindakan yang merusak ketertiban dan kenyamanan warga,” ujar Pembina FSMSB, Usman Wello.
Selain itu, Ketua FSMSB, Harmadi, juga menyerukan penghentian sementara seluruh aktivitas di area tambang demi menjaga kondusifitas wilayah.
“Ini penting agar persoalan diselesaikan dengan jernih dan adil. Warga berhak atas ketenangan,” ujarnya.
FSMSB menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak agar aktivitas industri di wilayah tersebut tidak menimbulkan gesekan sosial yang membahayakan.











