“PT baru nggak mau pakai yang lama separuh. Titipan Walikota. Ada orang baru,” katanya dengan nada sedih.
Tidak hanya tenaga kebersihan, beberapa tukang masak yang bekerja di Qur’an Center juga mengalami nasib serupa. Mereka dipecat tanpa pesangon atau kompensasi yang layak. Bahkan, menantu salah satu tukang masak yang bekerja di kantor Sekdako turut kehilangan pekerjaannya.
Pemecatan ini meninggalkan ketidakpastian bagi banyak pihak, terutama mereka yang telah lama bekerja dan mengandalkan pekerjaan tersebut untuk menghidupi keluarga. Beberapa di antara mereka merasa tidak diberi kesempatan untuk memperjuangkan hak mereka secara sah sebelum diberhentikan secara sepihak.









