Gudangberita.co.id, Batam – Pencarian terhadap Muhammad Mahadi (20) sempat terhenti, Senin (13/5/2024) siang. Hujan lebat mengguyur kawasan Barelang dan sekitarnya.
Tim SAR Gabungan yang awalnya akan memulai pencarian usai istirahat siang itu akhirnya menunda turun ke laut.
Tampak arus laut yang sangat kuat di lokasi pencarian. Apalagi wilayah Jembatan 1 Barelang terkenal sebagai tempat pertemuan arus.
“Arusnya mutar itu dibawah. Kalau untuk penyelaman berbahaya juga. Jarang orang yang loncat langsung ketemu,” ucap salah seorang anggota Basarnas di lokasi pencarian.
Kepala Pos Basarnas Batam, Dedius menuturkan pada Senin (13/5/2024) pagi mereka menerjunkan tim dibantu TNI/Polri. Namun hasilnya masih nihil.
“Pencarian kami perluas dengan menggunakan rubber boat, pendeteksi dari udara berupa drone thermal, dan pendeteksi bawah laut menggunakan Aqua Eyes,” ucapnya kepada Gudangberita.co.id.
Kedua alat itu bisa mendeteksi benda di permukaan atau bawah laut. “Jika seandainya ada yang mengapung, drone thermal bisa mendeteksi,” ucapnya.
Tim SAR Gabungan sempat dihadapi oleh cuaca hujan deras saat melakukan pencarian. Namun hal itu tak menghalangi proses yang dilakukan.
Dedius mengatakan pihaknya masih terkendala informasi ciri-ciri dan pakaian yang dikenakan M Mahadi saat meloncat.













