“Anak saya itu senang sama dia (pelaku), datang ke sana (kafe) juga karena ada dia. Pulang malah dihabisin sama dia,” ujarnya, Kamis (4/1/2024) sore.
Nyangnyang mengatakan pengeroyokan itu terjadi saat mau pulang. “Pas mau pulang, kan berdesakan, mungkin bersenggolan sama dia,” sebutnya.
“Seharusnya, sebagai seleb dia senang ada penggemar,” sesal Nyanyang.
Sementara itu, Cogil ditanyai usai ditangkap mengaku menyesal atas kejadian itu. “Ya pasti menyesal,” ujarnya.
Korban yang masih duduk di kelas 1 SMA di Batam itu babak belur. Bibirnya pecah dan tangannya juga luka-luka. “Anak saya itu senang sama dia (pelaku), datang ke sana (kafe) juga karena ada dia, pulang malah dihabisin sama dia,” ujar Nyangnyang saat dihubungi pewarta melalui sambungan telpon, Kamis (4/1/2024) sore.
Nyangnyang menduga, pengeroyokan itu terjadi saat mau pulang. “Pas mau pulang, kan berdesakan, mungkin bersenggolan sama dia,” sebutnya.
“Seharusnya, sebagai seleb dia senang ada penggemar,” dia menyayangkan tindakan pelaku.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban yang masih duduk di kelas 1 SMA di Batam itu babak belur. Bibir korban pecah dan tangannya juga luka-luka. “Kata anak saya, pelakunya ada enam orang,” ucapnya.













