BatamKomunitasZona Headline

Tiga Hari Usai Milad LAM Batam ke-25, Pesan Persatuan dan Deklarasi Batam Madani Masih Jadi Perbincangan

84
×

Tiga Hari Usai Milad LAM Batam ke-25, Pesan Persatuan dan Deklarasi Batam Madani Masih Jadi Perbincangan

Share this article
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama tokoh LAM Batam dan Kepri di puncak peringatan Hari Jadi ke-25 Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam berlangsung semarak di Dataran Engku Putri, Minggu (14/9/2025).
banner 468x60
  • Drs. H. Nyat Kadir dianugerahi gelar Dato’ Wira Mahkota Sagara.
  • H. Makmur Ismail menerima gelar Dato’ Wira Setia Buana.

Penghargaan itu bukan hanya simbol kehormatan, tapi juga bentuk penghargaan terhadap perjuangan menjaga identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi Batam.

Resonansi di Tengah Masyarakat

Tiga hari berselang, sejumlah tokoh masyarakat menilai Deklarasi Batam Madani harus dijalankan dalam kebijakan nyata, bukan sekadar seremonial. Mereka mendorong agar sumpah setia ini diikuti langkah konkret, terutama dalam meredam potensi gesekan sosial akibat perbedaan suku, budaya, dan agama.

BACA JUGA:  Natalia Selamat! Karyawati yang Jatuh dari Jembatan 1 Barelang Ditemukan Hidup oleh Tim SAR Gabungan

“Pesannya jelas: Batam adalah rumah bersama. Kalau komitmen ini dijalankan, Batam bisa jadi contoh kota toleran dan damai di Indonesia,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Meski semarak dengan musik Melayu, atraksi silat, hingga penampilan artis Rojer Kajol, makna yang paling kuat dari Milad ke-25 LAM Batam adalah komitmen kolektif untuk merawat harmoni.

BACA JUGA:  Dipolisikan Kasus Dugaan Malpraktik, RS Awal Bros Botania Buka Suara Soal Penanganan Pasien DSS

Deklarasi itu kini masih diperbincangkan, menjadi refleksi bahwa perjalanan 25 tahun LAM Batam bukan hanya soal adat, tapi juga peran nyata dalam menjaga persatuan di kota industri sekaligus kota budaya ini.