“Barang kali ada keluarga yang belum pulang, mungkin dirawat di RSUD Tarempa atau di Matak. Terkait korban meninggal dalam musibah ini, mari kita mendoakan. Semoga dengan kejadian ini pengusaha tranportasi laut lebih berhati-hati,” kata Sahtiar.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tarempa, Darlis mengatakan, kapal tersebut memang tidak memiliki manifest.
“Jadi memang ini kapal untuk perjalanan singkat. Tidak ada manifest, seperti kapal dari Tanjungpinang ke Penyengat,” ucapnya, saat dihubungi Gudangberita, Jumat (26/7/2024) malam.
Hanya saja menurutnya akan ada evaluasi ke depannya. Namun mengenai kabar over kapasitas, Darlis membantah hal tersebut.
“Kalau over kapasitas sepertinya tidak. Kapal itu berlayar mengangkut penumpang seperti biasa,” ucapnya.













