Dengan program pembangunan ekonomi kerakyatan yang secara masif dilakukan oleh pemerintah Kota Tanjungpinang pasca pandemi Covid-19, seperti bantuan modal usaha, bantuan peralatan pertanian dan perikanan, bantuan peralatan industri kecil dan menengah, Teguh meyakini bahwa angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang akan terus mengalami penurunan.
Berbagai sumber daya yang berasal dari APBN dan APBD Kota Tanjungpinang, tuturnya, dipergunakan untuk program dan kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat.
Program pembangunan dan penguatan ekonomi kerakyatan kepada masyarakat pelaku UMKM/IKM, kelompok tani, nelayan bahkan membawa Tanjungpinang sebagai daerah terbaik dalam pengendalian inflasi daerah.
Fakta tersebut, ucapnya, hendaknya juga dipergunakan sebagai acuan untuk meninjau kembali penilaian mengenai kemiskinan di Kota Tanjungpinang.
“Pada tahap awal Regsosek, kita memprediksi adanya pengurangan angka kemiskinan. Namun tentu kita harus menunggu hasilnya secara resmi dipublikasikan. Pendataan pada Regsosek lebih rinci, tidak secara makro, hingga hasilnya diyakini lebih akurat dan akan dipergunakan sebagai Satu Data Indonesia,” ungkapnya.












