Namun, siapakah sebenarnya korban? Apakah Briptu Rian dan Charles, yang tewas di tangan pasangan mereka? Atau justru Dila dan Fania, yang kini menghadapi jeruji besi dan tatapan publik yang menghakimi?
Mereka semua korban. Korban dari sistem yang tak cukup cepat menanggulangi judi online. Korban dari relasi yang tak sehat. Korban dari ekonomi yang ringkih. Korban dari emosi yang tak pernah diajarkan bagaimana mengelolanya.
Dan lebih dari itu—ada anak-anak yang kini kehilangan ayah, dan para ibu yang kehilangan masa depannya. Ada orang tua yang harus menerima bahwa anaknya membunuh atau dibunuh.
Apa yang lebih tragis dari itu?
Jika negara tak segera serius menangani perjudian daring, tragedi ini bukan yang terakhir. Karena yang terbakar bukan hanya tubuh dan rumah—tapi keluarga, jiwa, dan masa depan.













