Berdasarkan fakta rekonstruksi, pelarian Diana ke kontrakan Pasir Kuning itu didasari atas rasa frustrasi dan ketakutan korban terhadap tabiat tersangka. Diana meminta tolong kepada BS untuk melarikan dirinya dari rumah kontrakan utama mereka di kawasan Setajam.
“Korban (Diana) meminta BS untuk menyembunyikannya karena sudah tidak tahan lagi menghadapi perlakuan dan ancaman dari tersangka Jaka,” ujar penyidik saat membacakan berkas perkara di lokasi.
Merasa iba dengan kondisi Diana, BS akhirnya membawa korban secara sembunyi-sembunyi ke rumah panggung berdinding kayu putih tersebut. Namun sayang, tempat perlindungan itu tidak bertahan lama.
Aroma persembunyian Diana segera tercium oleh Jaka. Mengetahui adiknya terlibat dalam pelarian sang kekasih, Jaka langsung menginterogasi dan menekan adik kandungnya sendiri.
Di bawah tekanan berat dan ancaman fisik dari Jaka yang emosinya sudah memuncak, BS akhirnya tak punya pilihan lain. Dengan rasa takut, BS terpaksa mengantarkan Jaka dan menunjukkan rumah kontrakan ber-kusen hijau tempat Diana bersembunyi.
Dalam reka adegan, terlihat BS mengetuk pintu rumah panggung tersebut, sementara Jaka mengintip dari balik dinding samping rumah untuk memastikan Diana ada di dalam. Begitu pintu dibuka oleh korban, Jaka langsung menerobos masuk, memaki dengan tuduhan perselingkuhan, hingga akhirnya membawa paksa Diana kembali ke Setajam untuk dieksekusi secara keji.











